PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK DARAH I (ANALIS KESEHATAN)



Pemeriksaan Kimia Klinik merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan oleh petugas laboratorium khususnya yakni analis kesehatan maupun analis medik. Pemeriksaan kimia klinik sering diminta oleh para dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit yang ada pada pasien.

Dalam dunia analis kesehatan kita mengenal yang namanya dengan pemeriksaan kimia klinik, pemeriksaan kimia klinik meliputi atau terdiri dari berbagai macam pemeriksaan diantaranya adalah pemeriksaan gula darah, kolesterol, trigliserida, asam urat dan masih banyak lagi pemeriksaan yang termasuk kedalam pemeriksaan tersebut.

Dahulu awalnya pemeriksaan kimia klinik ini semacam pemeriksaan gula darah, kolesterol, trigliserida, asam urat dan lainnya dilakukan secara manual atau melalui reaksi kimia, yang digunakan disini adalah mencampurkan larutan kimia dengan sample atau serum darah pasien dalam sebuah tabung yang dinamakan tabung reaksi dan kemudian dari pencampuran tersebut akan terjadi suatu reaksi yang ditandai dengan perubahan warna yang memiliki interpretasi berbeda.

Berdasarkan pemikiran para ahli kemudian dikembangkanlah pemeriksaan kimia klinik dengan menggunakan alat yang sudah terkomputerisasi dan juga hasil dan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Sekarang di zaman yang serba modern seperti saat ini banyak kita jumpai alat pemeriksaan darah yang simpel dan mudah digunakan bahkan bisa dibawa kemanapun dan digunakan kapanpun dibutuhkan.

Ada beberapa jenis pemeriksaan kimia klinik yang sering dilakukan di laboratorium medik diantaranya adalah:


1. GLUKOSA DARAH
    
    Pemeriksaan glukosa darah dilakukan ketika seorang dokter mencurigai seorang pasien mengalami hipoglikemia atau yang disebut kekurangan glukosa dalam darah sehingga pasien dapat hilang kesadaran atau pingsan, atau pasien dalam keadaan hiperglikemia yakni keadaan dimana glukosa darah mengalami peningkatan. Untuk kadar glukosa sewaktu pasien berkisar <170 mg/dl, untuk kadar glukosa darah puasa antara 70-100 mg/dl dan untuk glukosa 2 jam post prandial (2jamPP) dilihat apakah terjadi peningkatan yang signifikan setelah melakukan puasa.

2. KOLESTEROL dan TRIGLISERIDA

       Pemeriksaan kolesterol dilakukan oleh dokter untuk menentukan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah pasien yang. biasanya untuk pasien yang mengalami peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah akan mengalami pegal-pegal di bagian punggung. Untuk kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah masing-masing 200 mg/dl dan 200 mg/dl.

3. ASAM URAT

       Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah pasien mengalami asam urat atau tidak. biasanya pasien mengalami keluhan pada lutut atau pada kaki untuk penderita asam urat dan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Nilai normal asam urat dalam darah adalah < 7,0 mg/dl









0 Response to "PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK DARAH I (ANALIS KESEHATAN)"

Post a Comment